Selasa, 06 April 2010

TIDUR TIDAK HANYA SEKEDAR ISTIRAHAT

Setiap manusia butuh istirahat. Tidur merupakan salah satu istirahat yang sangat dibutuhkan oleh setiap. Dengan tidur orang dapat menghilangkan rasa lelahnya dan memperbaiki kerja otaknya. Sehingga setelah bangun orang akan merasa segar kembali dan siap melakukan aktivitasnya.

Rata-rata orang dewasa tidur 6- 8 jam sehari. Sebagian besar dilakukan di malam hari dan ada juga yang menambah waktu tidur di siang hari. Namun selain lama tidur, kualitas tidur juga sangat perlu di perhatikan. Sering orang yang memiliki gangguan tidur tidak mendapatkan manfaat dari tidurnya. Akibatnya tubuh akan terasa lelah, sulit berkosentrasi, reflek melambat, rasa lemah, gangguan memori, dan lain-lain. Bahkan gangguan tidur dapat menyebabkan hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung. Agar tidur berkualitas perlu diperhatikan waktu tidur, kondisi tempat tidur, dan juga kebiasaan sehari-hari.

Waktu tidur yang paling baik adalah malam hari. Saat tengah malam tubuh melakukan pembersihan (detoxin) racun-racun yang ada dalam tubuh dan juga pembentukan sel darah merah di sumsum tulang. Pada pagi harinya racun-racun tersebut harus dibuang dari tubuh sehingga kita harus buang air pada pagi harinya. Untuk itu jangan tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang, karena itu akan mengacaukankan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna yang ada di tubuh kita.

Hindari tidur pagi. Kebiasaan tidur pagi mengurangi produktivitas diri kita. Karena waktu pagi merupakan waktu yang sangat baik bagi tubuh untuk beraktivitas. Selain itu pagi hari merupakan waktu penyerapan gizi yang paling optimal oleh usus halus. Sehingga sangat dianjurkan makan pagi.

Tidur di siang hari merupakan pilihan yang paling baik untuk menambah tidur malam. Banyak penelitian menyimpulkan tidur siang dapat meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi resiko serangan jantung, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas kesehatan. Akan tetapi tidur siang harus dijaga tidak terlalu lama atau sampai sore hari. Tidur siang cukup 30 sampai 45 menit saja. Karena tidur siang yang terlalu lama atau tidur di sore hari dapat menyebabkan susah tidur malam. Akibatnya bangun pagi bisa kesiangan. Selain itu jangan tidur setelah makan karena dapat menigkatkan resiko terkena diabetes.

Kondisi tempat tidur memberi pengaruh terhadap nyenyaknya tidur seseorang. Usahakan kondisi tempat tidur senyaman mungkin. Usahakan suhu tempat tidur tidak terlalu panas agar tidur bisa lebih baik. Sinar matahari yang cukup, ventilasi dan ruang tidur yang tidak sempit akan menjadikan tidur lebih baik. Biasakan menggosok gigi sebelum tidur dan jangan tidur saat perut kosong. Gunakan kasur dan bantal yang cukup nyaman. Hindari tidur telungkup karena itu dapat menyebabkan cedera punggung dan gangguan sirkulasi. Posisi tubuh yang miring ke kanan merupakan posisi yang sangat baik kerena organ tubuh akan berada dalam posisi yang ideal. Selain itu kebiasaan tidur yang miring ke kanan dapat mengurangi resiko serangan jantung. Jika tidur telentang sebaiknya beri bantalan di kaki.

Biasakan pola hidup sehat agar kita dapat tidur dengan baik. Olah raga dan tidur siang yang singkat dapat meningkat kualitas tidur di malam hari. Jangan olah raga di malam hari (sebelum tidur) karena dapat menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia. Jauhi makanan dan minuman yang tidak baik bagi tidur kita seperti rokok, alkohol, makanan berlemak, makanan pedas dan kopi. Perbanyak konsumsi makanan yang dapat meningkatkan kualitas tidur seperti vitamin B, asam folat, magnesium, dan kalsium. Hindari penggunaan obat tidur karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Apabila ada gangguan tidur segera atasi. Karena itu tidak baik bagi tubuh kita. Selain dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, gangguan tidur dapat menurunkan produktivitas kerja, bahkan berdasarkan sebuah penelitian gangguan tidur dapat menurunkan fungsi organ secara bertahap sehingga dapat mempercepat kematian.

Direktur National Center on Sleep Disorders Research, Dr. Michael J. Twery, pun menegaskan, “Memang bukan kondisi yang langsung membunuh secara akut. Ini adalah gangguan yang sifatnya menggerogoti kesehatan pelan-pelan.”

Ditulis oleh: Imil Irsal Imran (staf Bidang Ilmiah), Mei 2009